SINAR DESA
Sinar
Desa merupakan salah satu perusahaan yang besar dan sukses di Aceh dan termasuk
perusahaan ke-3 terbesar di Medan menurut KADIN Medan (kamar dagang industri).
Sinar Desa didirikan oleh bapak H.M.Ali Mahmud yang lahir pada tanggal 30 Desember
1939 (76 tahun) di desa Leupung Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.
Awal
mula berdirinya Sinar Desa pada tahun tujuh puluhan, bapak Ali mendirikan
perusahaannya tanpa modal sendiri. Melainlkan hasil sumbangan dari masyarakat
Leupung. Dulunya pak Ali hanyalah pemuda kampong biasa dan juga ketua pemuda di
kampong tersebut yang hanya berpenghasilan Rp50.000 perhari, namun pak Ali
memiliki rasa social yang sangat tinggi, mudah bergaul dengan masyarakat dan dikenal dengan pemuda yang sangat jujur. Oleh
karena itu masyarakat Leupung menyumbang
1 Kg cengkeh untuk pak Ali yang disumbang oleh 3500 masyarakat, karena pada
saat itu di Leupung sangat banyak pohon cengkeh. Sehingga terkumpullah 1 truck
cengkeh yang kemudian dijual ke Banda Aceh di toko emas Daud Mansur. Dari hasil
menjual cengkeh, pak Ali membeli 2 unit mobil pickup cargo. Kemudian Pak Ali
berdagang kayu ke Barat Selatan Aceh. Setelah 3 bulan berdagang kayu pak Ali
berhasil memperoleh keuntungan dan membeli 2 unit mobil. setelah memperoleh 4
unit mobil, pak Ali menambah usahanya dengan berdagang buah manggis, durian dan
hasil alam lainnya yg ada di Leupung. Hasil bumi ini kemudian dipasarkan di
Penayong, Banda Aceh.
Keuntungan
dari berdagang hasil bumi di Peunayong, pak Ali membeli lagi mobil Datsun
sebanyak 10 unit. Setelah berhasil berdagang hasil bumi pak Ali menambah
usahanya dengan membuat Bagan Ikan, yang mana hasil dari bagan ikan itu
dipasarkan di Banda Aceh. Suatu keberuntungan yang dialami oleh H. Ali, dia
memperoleh keuntungan yang besar itu bisa didapatkannya karena pengalamannya dari
usaha dagang, sehingga pak Ali membuka pabrik kayu atau panglong kayu di Leupung
yang dinamakannya Sinar Desa. Dari situlah awal mulanya berdiri Sinar Desa.
Saat itu Sinar Desa masih usaha kecil belum menjadi sebuah perusahaan (PT) dan
belum memiliki akte.
Pada
saat itu pak Ali hanya memasarkan kayunya daerah Aceh saja, lalu pada suatu
hari dia bertemu dengan temannya yaitu bapak Bambang Adiyoso, dia adalah
seorang pengusaha di Banda Aceh dan berkata kepada pak Ali “bapak kan sudah
memiliki pabrik kayu bagaimana kalau bapak membuka Bank Exim (export dan
Import)” lalu pak Ali menjawab “untuk apa export import? Saya
kan orang kampong” dijawab lagi oleh pak Bambang
“karena bapak punya pabrik kayu kita bisa mexport kayu bapak ke luar negeri,
kalau bapak mau biar saya yang mengurus
surat izinnya semua” pak Ali menjawab lagi “yasudah coba bapak urus surat
izinnya”. Disitulah kemudian Sinar Desa menjadi sebuah perusahaan (PT). Lalu
Sinar Desa memproduksi kayu molding untuk di export yang modalnya diberi
pinjaman oleh pak Bambang sebanyak Rp100.000.000. Sinar Desa tidak hanya mengexport kayu tetapi juga mengimport
barang-barang dari luar negeri, yang dulu di Aceh banyak dikenal dengan barang
dari Sabang. Setelah 3 tahun berjalan bisnisnya pak
Ali naik ke puncak daun karena pada masa itu
terjadi transisi masa orde lama ke orde baru, yang pada saat itu harga dollar
melambung tinggi dari Rp2000 / US$1 menjadi Rp15.000 / US$1, Sinar Desa pun
makin banyak mengexport produknya ke luar negeri.
Setelah
berjayanya Sinar Desa dalam mengexpor dan import, Sinar Desa pun banyak
melahirkan anak-anak perusahaannya yang salah satunya adalah Kapal Motor (KM) Sinar Desa yang
digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut. Pada saat terjadinya gempa
dan tsunami agak terhenti bisnisnya dalam perkapalan di Lampulo, namun setelah
kembali pulih perekonomian masyarakat Pak Ali menambah modal yaitu dengan
menambah beberapa unit kapal motor. Hingga sekarang Pak Ali memiliki 18 Kapal Motor
yang ada di Krueng Aceh tepatnya di Lampulo, sebulan yang lalu Sinar Desa
meresmikan pabrik es balok PT. Sinar Harapan yang letaknya di Leupung, yang
mana pembuatan pabrik es tersebut menelan biaya mencapai 20 Miliar dikelola bapak Nazarudin atau sering disapa
Dek Gam.
Selain bisnisnya dalam perkapalan nelayan pak Ali juga
menambah usahanya seperti berbisnis
dalam sektor minyak yaitu pak Ali memiliki 4 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) diantaranya 2 unit berada di Aceh dan 2 unit lagi berada di Medan. Pak
Ali juga memiliki 2 hotel, yaitu 1 hotel transit yang ada di jalan Gajah Mada
dan 1 lagi hotel biasa dua-duanya berada di Medan. Sinar Desa juga memiliki 29
unit gudang di Medan, yang mana gudang tersebut disewakan kepada orang lain
biaya sewa pertahun sekitar Rp350.000.000,-. Sinar
Desa juga memiliki puluhan Ruko di Medan.
Anak-anak
perusahaan Sinar Desa yang lain adalah PT. Sinar Desa Group, perusahaan
tersebut medistribusikan produk Toyota, Bintang Toedjoe, dan Nestle. Anak
perusahaannya yang lain adalah PT. Putra Sinar Desa yang menjadi Suplayer
CocaCola ke seluruh Indonesia. Selanjutnya adalah PT. Beuna Seurakan adalah
perusahaan yang mendistribusikan produk semen Andalas. Kemudian PT. Bina Desa
adalah perusahaan Kebun Sawit. Yang terakhir PT. Cibina Murni adalah perusahaan
yang mendistribusikan produk Pupuk Iskandar Muda (PIM). Keseluruhan anak
perusahaan Sinar Desa dirangkul oleh sebuah koperasi yang dinamakan SINDESCOM
(Sinar Desa Company) yang dikelola oleh mantan Direktur Utama Bank BPD Aceh
yaitu H. Aminullah Usman yang mana semua
keuntungan dihimpun di koperasi Sinar Desa, yang juga sebagian keuntungan
disalurkan ke badan amil zakat. Pada bulan yang lalu Sinar Desa juga bekerja
sama dengan Perusahaan pabrik kertas dan tisu terbesar di Riau Pekan Baru untuk
mendistribusikan produk mereka ke Jakarta dan sekitarnya.
Perusahaan
Sinar Desa ini 90% dikelola oleh H. Muslim MA sekaligus Direktur Utama anak
pertama dari H.M. Ali Mahmud. Adapun system pengelolaan perusahaan atau
manajemen perusahaan semuanya diurus oleh tenaga ahli termasuk H. Aminullah Usman kepala Administrasi Sinar Desa di Medan. Dalam menjalankan bisnisnya Pak Ali
tidak memiliki pesaing namun pesanding. Pak Ali merasa perusahaannya tidak ada
pesaing karena perusahaan Sinar Desa sudah banyak dikenal oleh
perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia. “setiap dalam menjalankan
bisnis tentunya pasti memiliki seribu kendala, namun Sinar Desa mengatasinya
dengan bermusyawarah dan bersilaturahmi termasuk mengajak kepala-kepala Bank,
Aparat, Kapolda, Pangdam, dan Kepala-kepala dinas yang lain agar tidak terjadi
masalah”, begitulah ujarnya Direktur Utama Sinar Desa dalam sesi wawancara.(14/12/2015) Lampulo.
Setelah puluhan tahun berjalan
usahanya pak Ali tidak lagi banyak memikirkan usahanya sekarang, karena pak Ali
memiliki 7 anak. Sekarang yang mengolala bisnisnya adalah semua anak-anaknya,
pak Ali banyak menghabiskan waktunya di Lampulo dengan berjualan ikan. Karena
salah satu hobinya adalah menjadi toke boat. Perkapalan nelayan di lampulo
bukan lagi sebagai bisnis utama baginya melainkan kesenangan baginya. Sebagian
besar keuntungan dari kapal nelayan pak Ali banyak mensedekahkan untuk anak
yatim, fakir miskin dan pembangun mesjid. Pak Ali juga memiliki rasa social
yang sangat tinggi, banyak masyarakat Leupung yang dipekerjakan di
perusahaannya sehingga banyak masyarakat yang sangat menghormati dan menghargai
pak Ali. Karena dulunya usaha Sinar Desa dibantu oleh masyarakat Leupung, maka
dari itu Sinar Desa sangat banyak membantu perekonomian masyarakat Leupung.
Selain masyarakat Leupung yang terserap tenaga kerja di perusahaan tersebut
juga banyak menyerap tenaga kerja hingga ribuan tenaga kerja. Direktur Utama
Sinar Desa mengatakan “ Sinar Desa ini jaya berkat do’a ulama, anak yatim,
fakir miskin dan masyarakat Leupung. Sinar Desa ini juga merupakan titipan atau
perantara dari Allah untuk membantu anak yatim dan fakir miskin” begitulah kata
Toke Muh anak Toke Ali.
| kapal motor nelayan Sinar Desa |
| wawancara exclusive Direktur Utama PT. Sinar Desa, H. Muslim MA (toke muh) |
- Muhammad RidhaTullah
- Ari Munandar
- Sri Eida Rosalia
- Rahmad Syukrawi
- Meirzal
Dosen Pembimbing : Fahmi Yunus,S.E., M.S
artikel yang sangat bermanfaat dan menginspirasi khususnya bagi saya pribadi selaku warga aceh asli...terima kasih, wassalamualaikum wr wb...
BalasHapus